Massa PT Sintai Shipyard Datangi PT Cahaya Maritim Indonesia Terkait Masalah Lahan - Naras News : Fakta Berbicara

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Monday, January 14, 2019

Massa PT Sintai Shipyard Datangi PT Cahaya Maritim Indonesia Terkait Masalah Lahan

Massa PT Sintai Shipyard Datangi PT Cahaya Maritim Indonesia
Diduga tak ada etikad baik, puluhan massa PT Sintai Shipyard kembali datangi lokasi PT Cahaya Maritim Indonesia guna untuk mengosongkan penjagaan di lokasi perusahaan tersebut.

Batam (Kepri), Narasnews.com - Diduga tak ada etikad baik, puluhan massa PT Sintai Shipyard kembali datangi lokasi PT Cahaya Maritim Indonesia guna untuk mengosongkan penjagaan di lokasi perusahaan tersebut, Senin (14/1) pagi.

Puluhan massa yang dikerahkan PT Sintai Shipyard langsung dikawal ketat oleh pihak Kepolisian Batuaji agar tak terjadi hal yang tak diinginkan. Bahkan dalam pengamanan itu juga pihak kepolisian Batuaji berjaga-jaga di pintu perusahaan.

Kisruh hal pembubaran PT Sintai Shipyard masih belum memiliki titik temu dan kejelasan dari PT Cahaya Maritim Indonesia. Sehingga massa dari penggugat (dua orang pemilik saham PT Sintai Shipyard lama) kembali berkumpul untuk memperebutkan lahan galangan kapal tersebut.

"Ini masalah lama (perebutan lahan perusahaan). Kami harus siaga sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terutama gangguan kamtibnas," ujar Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe di lokasi kejadian.

Katanya lagi, sebenarnya gejolak antara dua kubu yang memperebutkan perusahaan ini sudah cukup lama terjadi. Sebelumnya, Selasa (4/12) silam, sempat terjadi hal serupa, namun diredam dengan memediasi kedua bela pihak di kantor Mapolsek Batuaji.

Dari hasil mediasi itu, kedua bela pihak sama-sama saling mengklaim serta memiliki kekuatan hukum atas kepemilikan perusahaan tersebut. Maka dari itu, pihak kepolisian pun meminta keduanya kembali menyelesaikan melalui proses hukum yang berlaku.

Sementara, diketahui kelompok yang menduduki kawasan perusahaan itu atas nama PT Cahaya Maritim Indonesia yang secara sah mengaku telah membeli kawasan perusahaan tersebut dari salah satu pemilik saham perusahaan sebelumnya.

Begitu juga dengan pihak yang akan menduduki kawasan perusahaan, yaitu dua orang pemilik saham lama atas nama Cheng Yong Chien (43%) dan Wulan Ariyanti (11%) tercatat masih sebagai pemilik sah saham perusahaan, karena memenangkan proses hukum di tingkat Mahkamah Agung dengan nomor perkara kasasi No. 1043 K/PDT/2017 pada tanggal 2 Oktober 2017 silam.

"Jadi infonya perusahaan ini dulunya ada dua pemilik saham. Salah satu pemilik saham menjual perusahaan itu karena menurutnya tak bisa berkembang lagi," jelasnya. Saat proses awal penjualan perusahaan tersebut memang sudah masuk ke ranah hukum. Namun karena antara penjual dengan pemilik saham tak sepaham.

Meski hasil putusan pengadilan waktu itu memenangkan pihak yang menjual perusahaan itu sehingga transaksi penjualan dilaksanakan. Pihak yang menduduki perusahaan (PT Cahaya Maritim Indonesia) tercatat sebagai pembeli sah lahan perusahaan waktu itu.

Setelah penjualan terjadi, pemilik saham yang lainnya (Cheng Yong Chien, 43%. dan Wulan Ariyanti, 11%) mengajukan upaya hukum lain ke tingkat Mahkamah Agung dan hasilnya bahwa penjualan perusahaan tidak sah atau dibatalkan.

"Makanya pihak yang satu ini merasa masih berhak atas perusahaan yang sudah dijual ini," papar Dalimunthe.

Pihak kepolisian berharap agar pihak pengadilan segera menyelesaikan perkara ini secepatnya di mana para liquodator agar kembali dipertemukan dengan pihak yang menggugat penjualan tersebut. Sementara, Badi Dalo, selaku direktur utama PT Sintai Shipyard mengatakan bahwa perusahaan ini dibubarkan dan kemudian dijual oleh salah satu mantan komisaris PT Sintai Shipyard.

Dia juga melanjutkan, bahwa ini cerita bohong, karena dalam pembubaran itu dituliskan pihak penjual sebagai komisaris PT Sintai Shipyard dan dinyatakan pemilik saham sah sebanyak 20%. "Ini cerita bohong, yang bersangkutan adalah mantan komisaris dan tak memiliki saham apapun dalam PT Sintai Shipyard," papar Badi Dalo kepada awak media di luar pagar lokasi PT Cahaya Maritim.

Sementara itu sejauh ini pewarta masih belum bisa mendapatkan konfirmasi dari pihak penjual dan juga dari pihak PT Cahaya Maritim Indonesia perihal kejelasan permasalahan ini. (ded)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages